Waktu aku masih MTs kelas 2, Guru Geografiku cerita tentang Surat terpendek yang pernah ada di dunia.
Surat terpendek di dunia pernah ditulis di Perancis, pada tahun 1862.
Seorang penulis terkenal, novelis, dan penyair ternama Perancis, Victor Hugo,
kala itu, baru saja menyelesaikan novel terbarunya, Les Miserables. Les
Miserables merupakan sebuah kisah luar biasa dengan latar kekacauan politik di
Perancis pada era sesudah kekuasaan Napoleon. Hugo yang mengalami langsung
berbagai gejolak di negerinya, dengan tajam bisa membuat karya-karyanya begitu
impresif. Dalam Les Miserables, situasi sosial yang kuat mengenai kemiskinan,
kebodohan, dan kebrutalan manusia digambarkan dengan sangat menarik. Les
Miserables juga merupakan sebuah kisah petualangan yang mengaduk-aduk emosi. Waktu itu, setelah selesai menyelesaikan karyanya, dan
diserahkan ke penerbit, Hugo pergi berlibur. Karena ia sangat ingin tahu
bagaimana penjualan novelnya, maka ia mengirim surat kepada penerbitnya. Isi surat itu merupakan surat
terpendek di dunia. Ia menulis kepada penerbitnya: “?” Rupanya, sang penerbit menangkap maksud dari surat terpendek itu dan
merasa harus bisa mengabarkan kepadanya kondisi penjualan yang mengagumkan,
juga dengan pesan terpendek. Maka penerbit itu membalas surat
Hugo, dan itu menjadi surat
balasan terpendek. Penerbit itu menulis: “!” Surat balasan itu membuat Hugo sangat senang. Dan memang novel itu
sendiri laku keras dan menjadi karya legendaries. Begitu diterbitkan, pada
tahun 1862 juga, Les Miserables diterbitkan serentak dalam sembilan bahasa.
0 Response to "Les Miserables, Cikal Bakal "The Shortest Letter""
Posting Komentar